Rintangan Dalam Hidup

Saya pernah membaca sekilas sebuah tulisan singkat yang berbunyi, “When you respect your self, everyone will respect you too”, yang sama saja artinya dengan ketika kamu menghargai ataupun peduli terhadap dirimu sendiri, orang lain juga akan senantiasa peduli terhadapmu. Arti kata singkat itu mengajarkan saya bahwa hal dasar yang paling baik dilakukan terlebih dahulu adalah peduli terhadap diri sendiri, menghargainya sebagaimana kita menghargai orang lain. Bila kita menghargai dan peduli terhadap diri sendiri, secara tidak langsung dengan sendirinya, kita percaya terhadap segala potensi diri yang sedang menunggu untuk digali lebih dalam. Bila kita percaya terhadap kemampuan kita, maka sebenarnya tak ada yang perlu ditakutkan. Percaya pada potensi diri dapat membangun karakteristik pribadi seseorang, karena sebenarnya semua tergantung pada sugesti terhadap otak. Sugestilah hal positif, maka hal positif pula yang diperoleh.

Peduli, menghargai, percaya, dan tentu saja, sabar, ikhlas, tak mudah berputus asa, serta yang paling penting adalah mencintai apa yang kita kerjakan, seberat dan sesulit apapun itu. Setiap hal yang didasari dengan rasa cinta dan ketulusan, maka tentunya akan berdampak positif juga dikemudian hari. Dasar-dasar sifat inilah yang sedang saya tekuni dan jalani dengan sebaik-baiknya. Namun pada dasarnya, sebagai manusia biasa yang memiliki kekurangan serta kelebihan tersendiri, ada kalanya suatu waktu kepercayaan diri sedang menurun, masalah datang tiada henti, serta kesibukan yang sulit dikontrol. Disaat itulah, semua hal dan kondisi terasa kian sembarawut. Meskipun hal tersebut tidak dapat dipungkiri dan hal ini menimpa hidup saya, maka saya hanya bisa kembali berkaca pada tujuan awal saya. Target hidup yang saya canangkan sejak awal.

Banyak rintangan, banyak cobaan, dan tentu saja banyak pula solusinya. Setiap masalah yang saya hadapi, apapun sulitnya, pasti ada penyelasaian dari masalah tersebut. Pelajaran penting dari setiap masalah adalah bagaimana mengambil manfaatnya. Cekatan dalam setiap menyelesaikan masalah agar dapat terselesaikan dengan baik dan cepat.

Tak mudah berputus asa juga salah satu pribadi saya. Bila sedang lelah dalam setiap urusan dan belum juga mendapatkan solusi terbaik, semangat diri sendirilah yang membangkitkan saya sendiri. Semangat yang saya tanamkan dari orang tua saya, keluarga saya, serta semua orang terdekat saya. Bila saya merasa gagal dan jatuh, orang lain pun akan merasa demikian. Pribadi yang baik, adalah pribadi yang dapat memberi kebahagiaan pada hidupnya maupun hidup orang lain.

Mimpi-mimpi yang saya punya adalah modal utama saya. Semua berawal dari mimpi. Saya yakin, semustahil apapun mimpi kita, sebenarnya Tuhan sedang memeluk mimpi-mimpi itu dan kemudian akan membuka pintu mimpi yang begitu luas dan indah dikemudian hari, bahkan lebih indah dari apa yang kita bayangkan. Memang tak mudah meraihnya, perlu perjuangan, keringat, dan waktu. Tapi disitulah keajaibannya. Yakin saja, Tuhan tak pernah tidur. Dia Maha Melihat, Maha Mendengar, dan Maha Mengetahui. Maha Melihat apa yang kita usahakan, Maha Mendengar apa yang kita harapkan, dan Maha Mengetahui apa yang kita korbankan. Semua akan kembali kepada kita sendiri, apa yang ditunai, itulah yang nantinya akan dipetik. Hidup penuh dengan perjuangan, tak selamanya berada di atas, kadang kala harus dibawah. Syukuri nikmat, niscaya semua akan jadi lebih sempurna.

Hidup itu memang cuman sementara, tapi lihatlah kalimat berikut “Kejarlah setiap urusan duniawimu seakan-akan kamu hidup selamanya, dan kejarlah urusan akhiratmu seakan-akan kamu mati besok”. Artinya, urusan hidup di dunia haruslah seimbang dengan kehidupan yang akan kekal di Surga nantinya. Sekeras apapun usaha dunia yang kita kejar, namun tak punya pegangan terhadap Sang Pencipta, sama saja bagai sayur tanpa garam. Tak ada rasa, hambar.

Saya adalah pribadi yang gemar dengan tantangan. Tantangan inilah yang nantinya akan menjadi pelajaran hidup untuk saya. Pengalaman-pengalaman berharga yang tidak dapat digantikan nilainya. Pengalaman yang akan menopang hidup saya, menjadikannya lebih baik. Pengalaman ini jugalah yang akan terus mendorong saya menghasilkan karya-karya. Karya-karya yang terbaik, yang bisa dinikmati dan dijadikan pelajaran bagi orang lain.

Bagaimana menyikapi suatu masalah dalam hidup sesungguhnya tergantung pada diri sendiri dan watak orang tersebut. Setiap individu mempunyai caranya masing-masing. Yang terpenting adalah cara melewatinya dan bagaimana kita menikmati setiap detailnya.

Terus berjuang dan berkarya. Hidup adalah pilihan. Bila kita memilih tetap berada di jalan yang benar dengan segala perjuangannya, maka insya Allah jalan itulah yang membawa kita pada keindahan hidup yang sebenarnya. Terima Kasih.

hak kekayaan intelektual dan hak kekayaan industri

Keberadaan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) dalam hubungan antar manusia dan antar negara merupakan sesuatu yang tidak dapat dipungkiri. HKI juga merupakan sesuatu yanggiven dan inheren dalam sebuah masyarakat industri atau yang sedang mengarah ke sana. Keberadaannya senantiasa mengikuti dinamika perkembangan masyarakat itu sendiri. Begitu pula halnya dengan masyarakat dan bangsa Indonesia yang mau tidak mau bersinggungan dan terlibat langsung dengan masalah HKI.
 
Sebagai konsekuensi dari keikutsertaan Indonesia sebagai anggota WTO (World Trade Organization) mengharuskan Indonesia menyesuaikan segala peraturan perundangannya di bidang Hak Kekayaan Intelektual dengan standar TRIP’s (Trade Related Aspects of Intellectual Property Rights) yang dimulai sejak tahun 1997 dan diperbaharui kemudian pada tahun 2000 dan tahun 2001
 
Pengertian HKI :
Secara sederhana kekayaan intelektual merupakan kekayaan yang timbul atau lahir dari kemampuan intelektual manusia. Karya-karya yang timbul atau lahir dari kemampuan intelektual manusia dapat berupa karya-karya di bidang teknologi, ilmu pengetahuan, seni dan sastra. Karya-karya tersebut dilahirkan atau dihasilkan atas kemampuan intelektual manusia melalui curahan waktu, tenaga, pikiran, daya cipta, rasa dan karsanya. Hal tersebut yang membedakan kekayaan intelektual dengan jenis kekayaan lain yang juga dapat dimiliki oleh manusia tetapi tidak dihasilkan oleh intelektualitas manusia. Sebagai contoh, kekayaan alam berupa tanah dan atau tumbuhan yang ada di alam merupakan ciptaan dari sang Pencipta. Meskipun tanah dan atau tumbuhan dapat dimiliki oleh manusia tetapi tanah dan tumbuhan bukanlah hasil karya intelektual manusia.
 
Kekayaan atau aset berupa karya-karya yang dihasilkan dari pemikiran atau kecerdasan manusia mempunyai nilai atau manfaat ekonomi bagi kehidupan manusia sehingga dapat dianggap juga sebagai aset komersial. Karya-karya yang dilahirkan atau dihasilkan atas kemampuan intelektual manusia baik melalui curahan tenaga, pikiran dan daya cipta, rasa serta karsanya sudah sewajarnya diamankan dengan menumbuhkembangkan sistem perlindungan hukum atas kekayaan tersebut yang dikenal sebagai sistem Hak Kekayaan Intelektual (HKI). HKI merupakan cara melindungi kekayaan intelektual dengan menggunakan instrumen-instrumen hukum yang ada, yakni Hak Cipta, Paten, Merek dan Indikasi Geografis, Rahasia Dagang, Desain Industri, Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu dan Perlindungan Varietas Tanaman. Pemahaman terhadap KI dan HKI secara ringkas dapat dilihat dalam Gambar berikut.
 
 
Intelektual
Manusia 
  →  
  Karya Intelektual
Invensi, kreasi,
ciptaan,  desain, dll
   →  
 Perlindungan hukum
 
 
 
 
 ↑
 
 
 
 
 Hak Kekayaan Intelektual
 
 
FUNGSI  
HKI merupakan hak privat (private rights) bagi seseorang yang menghasilkan suatu karya intelektual. Di sinilah ciri khas HKI, seseorang bebas untuk mengajukan permohonan atau mendaftarkan karya intelektualnya atau tidak. Hak ekslusif  yang diberikan negara kepada individu pelaku HKI (inventor, pencipta, pendesain dan sebagainya) dimaksudkan sebagai penghargaan atas hasil karya (kreativitas)nya dan agar orang lain terangsang untuk dapat lebih lanjut mengembangkannya lagi, sehingga dengan sistem HKI tersebut kepentingan masyarakat ditentukan melalui mekanisme pasar. Di samping itu, sistem HKI menunjang diadakannya sistem dokumentasi yang baik atas segala bentuk kreativitas manusia sehingga kemungkinan dihasilkannya teknologi atau hasil karya lainnya yang sama dapat dihindarkan/dicegah. Dengan dukungan dokumentasi yang baik tersebut, diharapkan masyarakat dapat memanfaatkannya dengan maksimal untuk keperluan hidupnya atau mengembangkannya lebih lanjut untuk memberikan nilai tambah yang lebih tinggi lagi.
 
Adapun tujuan perlindungan kekayaan intelektual melalui HKI secara umum meliputi:
a.      memberi kejelasan hukum mengenai hubungan antara kekayaan dengan inventor, pencipta, desainer, pemilik, pemakai, perantara yang menggunakannya, wilayah kerja pemanfaatannya dan yang menerima akibat pemanfaatan HKI untuk jangka waktu tertentu;
b.      memberikan penghargaan atas suatu keberhasilan dari usaha atau upaya menciptakan suatu karya intelektual;
c.      mempromosikan publikasi invensi atau ciptaan dalam bentuk dokumen HKI yang terbuka bagi masyarakat;
d.      merangsang terciptanya upaya alih informasi melalui kekayaan intelektual serta alih teknologi melalui paten;
e. memberikan perlindungan terhadap kemungkinan ditiru karena karya intelektual karena adanya jaminan dari negara bahwa pelaksanaan karya intelektual hanya diberikan kepada yang berhak.
 
 
Pembagian HKI
Secara umum Hak Kekayaan Intelektual dapat terbagi dalam dua kategori yaitu:
2.Hak Kekayaan Industri.
  Sedangkan Hak Kekayaan Industri meliputi
Varietas Tanaman.
 
 
SIFAT dan PENGGUNAAN UNDANG-UNDANG
Permasalahan mengenai Hak Kekayaan Intelektual akan menyentuh berbagai aspek seperti aspek teknologi, industri, sosial, budaya, dan berbagai aspek lainnya. Namun aspek terpenting jika dihubungkan dengan upaya perlindungan bagi karya intelektual adalah aspek hukum. Hukum diharapkan mampu mengatasi berbagai permasalahan yang timbul berkaitan dengan Hak Kekayaan Intelektual tersebut. Hukum harus dapat memberikan perlindungan bagi karya intelektual, sehingga mampu mengembangkan daya kreasi masyarakat yang akhirnya bermuara pada tujuan berhasilnya perlindungan Hak Kekayaan Intelektual. 

Aspek teknologi juga merupakan faktor yang sangat dominan dalam perkembangan dan perlindungan Hak Kekayaan Intelektual. Perkembangan teknologi informasi yang sangat cepat saat ini telah menyebabkan dunia terasa semakin sempit, informasi dapat dengan mudah dan cepat tersebar ke seluruh pelosok dunia. Pada keadaan seperti ini Hak Kekayaan Intelektual menjadi semakin penting. Hal ini disebabkan Hak Kekayaan Intelektual merupakan hak monopoli yang dapat digunakan untuk melindungi investasi dan dapat dialihkan haknya. 

Instansi yang berwenang dalam mengelola Hak Kekayaan Intelektual di Indonesia adalah Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual (Ditjen. HKI) yang berada di bawah Departemen Kehakiman dan HAM Republik Indonesia. Dan khusus untuk mengelola informasi HKI juga telah dibentuk Direktorat Teknologi Informasi di bawah Ditjen. HKI. Sekali lagi menunjukkan bahwa pengakuan HKI di Indonesia benar-benar mendapat perhatian yang serius.

 
 Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik adalah ketentuan yang berlaku untuk setiap orang yang melakukan perbuatan hukum sebagaimana diatur dalam Undang-Undang ini, baik yang berada di wilayah hukum Indonesia maupun di luar wilayah hukum Indonesia, yang memiliki akibat hukum di wilayah hukum Indonesia dan/atau di luar wilayah hukum Indonesia dan merugikan kepentingan Indonesia.
 
  1. Informasi Elektronik adalah satu atau sekumpulan data elektronik, termasuk tetapi tidak terbatas pada tulisan, suara, gambar, peta, rancangan, foto, electronic data interchange (EDI), surat elektronik (electronic mail), telegram, teleks, telecopy atau sejenisnya, huruf, tanda, angka, Kode Akses, simbol, atau perforasi yang telah diolah yang memiliki arti atau dapat dipahami oleh orang yang mampu memahaminya.
  2. Transaksi Elektronik adalah perbuatan hukum yang dilakukan dengan menggunakan Komputer, jaringan Komputer, dan/atau media elektronik lainnya.
  3. Teknologi Informasi adalah suatu teknik untuk mengumpulkan, menyiapkan, menyimpan, memproses, mengumumkan, menganalisis, dan/atau menyebarkan informasi.
  4. Dokumen Elektronik adalah setiap Informasi Elektronik yang dibuat, diteruskan, dikirimkan, diterima, atau disimpan dalam bentuk analog, digital, elektromagnetik, optikal, atau sejenisnya, yang dapat dilihat, ditampilkan, dan/atau didengar melalui Komputer atau Sistem Elektronik, termasuk tetapi tidak terbatas pada tulisan, suara, gambar, peta, rancangan, foto atau sejenisnya, huruf, tanda, angka, Kode Akses, simbol atau perforasi yang memiliki makan atau arti atau dapat dipahami oleh orang yang mampu memahaminya.
  5. Sistem Elektronik adalah serangkaian perangkat dan prosedur elektronik yang berfungsi mempersiapkan, mengumpulkan, mengolah, menganalisis, menyimpan, menampilkan, mengumumkan, mengirimkan, dan/atau menyebarkan Informasi Elektronik.
  6. Penyelenggaraan Sistem Elektronik adalah pemanfaatan Sistem Elektronik oleh penyelenggara negara, Orang, Badan Usaha, dan/atau masyarakat.
  7. Jaringan Sistem Elektronik adalah terhubungnya dua Sistem Elektronik atau lebih, yang bersifat tertutup ataupun terbuka.
  8. Agen Elektronik adalah perangkat dari suatu Sistem Elektronik yang dibuat untuk melakukan suatu tindakan terhadap suatu Informasi Elektronik tertentu secara otomatis yang diselenggarakan oleh Orang.
  9. Sertifikat Elektronik adalah sertifikat yang bersifat elektronik yang memuat Tanda Tangan Elektronik dan identitas yang menunjukkan status subjek hukum para pihak dalam Transaksi Elektronik yang dikeluarkan oleh Penyelenggara Sertifikasi Elektronik.
  10. Penyelenggara Sertifikasi Elektronik adalah badan hukum yang berfungsi sebagai pihak yang layak dipercaya, yang memberikan dan mengaudit Sertifikat Elektronik.
  11. Lembaga Sertifikasi Keandalan adalah lembaga independen yang dibentuk oleh profesional yang diakui, disahkan, dan diawasi oleh Pemerintah dengan kewenangan mengaudit dan mengeluarkan sertifikat keandalan dalam Transaksi Elektronik.
  12. Tanda Tangan Elektronik adalah tanda tangan yang terdiri atas Informasi Elektronik yang dilekatkan, terasosiasi atau terkait dengan Informasi Elektronik lainnya yang digunakan sebagai alat verifikasi dan autentikasi.
  13. Penanda Tangan adalah subjek hukum yang terasosiasikan atau terkait dengan Tanda Tangan Elektronik.
  14. Komputer adalah alat untuk memproses data elektronik, magnetik, optik, atau sistem yang melaksanakan fungsi logika, aritmatika, dan penyimpanan.
  15. Akses adalah kegiatan melakukan interaksi dengan Sistem Elektronik yang berdiri sendiri atau dalam jaringan.
  16. Kode Akses adalah angka, huruf, simbol, karakter lainnya atau kombinasi di antaranya, yang merupakan kunci untuk dapat mengakses Komputer dan/atau Sistem Elektronik lainnya.
  17. Kontrak Elektronik adalah perjanjian para pihak yang dibuat melalui Sistem Elektronik.
  18. Pengirim adalah subjek hukum yang mengirimkan Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik.
  19. Penerima adalah subjek hukum yang menerima Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik dari Pengirim.
  20. Nama Domain adalah alamat internet penyelenggara negara, Orang, Badan Usaha, dan/atau masyarakat, yang dapat digunakan dalam berkomunikasi melalui internet, yang berupa kode atau susunan karakter yang bersifat unik untuk menunjukkan lokasi tertentu dalam internet.
  21. Orang adalah orang perseorangan, baik warga negara Indonesia, warga negara asing, maupun badan hukum.
  22. Badan Usaha adalah perusahaan perseorangan atau perusahaan persekutuan, baik yang berbadan hukum maupun yang tidak berbadan hukum.
  23. Pemerintah adalah Menteri atau pejabat lainnya yang ditunjuk oleh Presiden.

Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UUITE) mengatur berbagai perlindungan hukum atas kegiatan yang memanfaatkan internet sebagai medianya, baik transaksi maupun pemanfaatan informasinya. Pada UUITE ini juga diatur berbagai ancaman hukuman bagi kejahatan melalui internet. UUITE mengakomodir kebutuhan para pelaku bisnis di internet dan masyarakat pada umumnya guna mendapatkan kepastian hukum, dengan diakuinya bukti elektronik dan tanda tangan digital sebagai bukti yang sah di Penyusunan materi UUITE tidak terlepas dari dua naskah akademis yang disusun oleh dua institusi pendidikan yakni Unpad dan UI. Tim Unpad ditunjuk oleh Departemen Komunikasi dan Informasi sedangkan Tim UI oleh Departemen Perindustrian dan Perdagangan. Pada penyusunannya, Tim Unpad bekerjasama dengan para pakar di ITB yang kemudian menamai naskah akademisnya dengan RUU Pemanfaatan Teknologi Informasi (RUU PTI). Sedangkan Tim UI menamai naskah akademisnya dengan RUU Transaksi Elektronik.
Kedua naskah akademis tersebut pada akhirnya digabung dan disesuaikan kembali oleh Tim yang dipimpin Prof. Ahmad M Ramli SH (atas nama pemerintah), sehingga namanya menjadi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik sebagaimana disahkan oleh DPR.

CONTOH KASUS

Penyidik PPNS Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual bersama BSA (Business Software Association) dan Kepolisian melaksanakan Penindakan Pelanggaran Hak Cipta atas Software di 2 tempat di Jakarta yaitu Mall Ambasador dan Ratu Plasa pada hari Kamis (5/4). Penindakan di Mall Ambasador dan Ratu Plaza dipimpin langsung oleh IR. Johno Supriyanto, M.Hum dan Salmon Pardede, SH., M.Si dan 11 orang PPNS HKI. Penindakan ini dilakukan dikarenakan adanya laporan dari BSA (Business Software Association) pada tanggal 10 Februari 2012 ke kantor Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual yang mengetahui adanya CD Software Bajakan yang dijual bebas di Mall Ambasador dan Ratu Plaza di Jakarta. Dalam kegiatan ini berhasil di sita CD Software sebanyak 10.000 keping dari 2 tempat yang berbeda.
 
 
CD software ini biasa di jual oleh para penjual yang ada di Mall Ambasador dan Ratu Plasa seharga Rp.50.000-Rp.60.000 sedangkan harga asli software ini bisa mencapai Rp.1.000.000 per softwarenya. Selain itu, Penggrebekan ini akan terus dilaksanakan secara rutin tetapi pelaksanaan untuk penindakan dibuat secara acak/random untuk wilayah di seluruh Indonesia. Salmon pardede, SH.,M.Si selaku Kepala Sub Direktorat Pengaduan, Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual, mengatakan bahwa “Dalam penindakan ini para pelaku pembajakan CD Software ini dikenakan pasal 72 ayat 2 yang berbunyi barang siapa dengan sengaja menyiarkan, memamerkan, mengedarkan, atau menjual kepada umum suatu ciptaan atau brang hasil pelanggaran Hak Cipta atau Hak Terkait sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau denda paling banyak Rp. 500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah) dan tidak menutup kemungkinan dikenakan pasal 72 ayat 9 apabila dalam pemeriksaan tersangka diketahui bahwa tersangka juga sebagai pabrikan”.

Dengan adanya penindakan ini diharapkan kepada para pemilik mall untuk memberikan arahan kepada penyewa counter untuk tidak menjual produk-produk software bajakan karena produk bajakan ini tidak memberikan kontribusi kepada negara dibidang pajak disamping itu untuk menghindari kecaman dari United States Trade Representative (USTR) agar Indonesia tidak dicap sebagai negara pembajak.

Sumber :
yudilla.staff.gunadarma.ac.id/…/Keberadaan+Hak+Kekayaan+Intelek

Hukum Industri

Indonesia adalah suatu Negara hukum, sebagai Negara hukum, segala aspek kehidupan dalam bidang kemasyarakatan, kebangsaan, dan kenegaraan termasuk pemerintahan harus senantiasa berdasarkan atas hukum serta mendasarkan pula pada Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Pada era sekarang ini adalah era perdagangan global yang memungkinkan dan dengan adanya konvensi-konvens internasional yang telah diratifikasi di Indonesia. Berdasarkan hal tersebut tentunya akan dimuat suatu hukum-hukum yang salah satunya adalah hukum industri. Dalam hukum positif Indonesia, hukum industri diatur dalam UU No. 31 Tahun 2000. Pasal 1 ayat (1) UU No. 31 Tahun 2000 merumuskan industri sebagai berikut:

“ industri adalah suatu kreasi tentang bentuk, konfigurasi, atau komposisi garis atau warna, atau garis dan warna, atau gabungan daripadanya yang berbentuk tiga dimensi atau dua dimensi yang memberikan kesan estetis serta dapat dipakai untuk menghasilkan suatu produk, barang, komoditas industri, atau kerajinan tangan.” World Intellectual Property Organization (WIPO) memberikan definisi yang rinci mengenai industri sebagai berikut:
Any composition of lines or colors or any three dimensional form,
whether or not associated with lines or colors, is deemed to be anindustrial design, provided that such composition or forms gives a special appearance to a product of industry or handicraft and can serve as a pattern for a product of industry or handicraft.”
Tujuan-tujuan dibuatnya hukum industri adalah sebagai berikut:
Berdasarkan definisi di atas dapat disimpulkan bahwa industri meliputi pula pola untuk barang kerajinan, selain untuk barang industri. Industri adalah pola yang digunakan dalam proses pembuatan barang baik secara komersial dan berulang-ulang.Karakter penggunaan berulang   adalah   suatu   pembeda   dari   kreasi   dalam   hak   cipta.   Karakter  yang   lain   sebuah    industri   adalah   adanya   hubungan   dengan   estetika, keamanan, dan kenyamanan dalam penggunaan suatu produk, sehingga mendukung   dalam   pemasarannya.
 
      Hukum menurut Utrecht adalah himpunan petunjuk hidup, perintah dan larangan yang mengatur tata tertib dalam suatu masyarakat yang seharusnya ditaati oleh seluruh anggota masyarakat. menurut Utrecht penyebab hukum ditaati adalah:
a)     Karena orang merasakan peraturan dirasakan sebagai hukum.
b)    Karena orang harus menerimanya supaya ada rasa tentram.
c)     Karena masyarakat menghendakinya.
d)    Karena adanya paksaan (sanksi) sosial.
Hukum industri adalah ilmu yang mengatur masalah perindustrian yang berada di Indonesia bahkan dunia. Mengatur bagaimana cara perusahaan mengatur perusahaannya dan sanksi-sanksi apa saja yang akan diterima jika perusahaan tersebut melanggar sanksi tersebut.
 
a)   Hukum sebagai sarana pembaharuan/ pembangunan di bidang industri dalam perspektif ilmu-ilmu yang lain
b)    Hukum industri dalam sistem kawasan berdasarkan hukum tata ruang
c)   Hukum industri dalam sistem perizinan yang bersifat lintas lembaga dan yurisdiksi hukum industri dalam perspektif global dan lokal
d)    Hukum alih teknologi, desain produksi dan hukum konstruksi serta standardisasi
e)    Masalah tanggung jawab dalam sistem hukum industri
f)   Pergeseran hudaya hukum dari ‘ command and control’ ke ‘self-regulatory system’ untuk mengurangi ongkos birokrasi
g)    Undang-undang Perindustrian
Hukum yang melindungi kegiatan perindustrian pertama kali di Indonesia terdapat pada Undang-Undang no. 5 tahun 1984. Inti dari perundang-undangan tersebut yaitu mengenai perindustrian merupakan segala kegiatan yang berkaitan dengan kegiatan industri. Peraturan mengenai industri yang telah ada, diatur ke dalam undang-undang tersebut. Undang-undang tersebut juga dibuat sebagai persyaratan bagi setiap usaha perindustrian baik industri rumah tangga ataupun perusahaan. Hukum industri dalam hal ini menjadi satu perlindungan bagi suat hasil dari sebuah desain industri yang muncul dari adanya kemampuan, kreativitas cipta, rasa, dan karsa yang dimiliki oleh manusia. Hukum industri juga sangat bermanfaat untuk membatasi segala kemungkinan yang mungkin terjadi.
Penerapan terhadap hukum industri yang ada telah berjalan dengan baik, namun masih diperlukan adanya tambahan aturan untuk melengkapi hukum yang telah ada. Undang-undang yang terbentuk berikutnya yaitu pada Undang-Undang no. 31 tahun 2000 tentang desain industri. Terdapat pula undang-undang no. 14 tahun 2001 mengenai hak paten.
 
Tujuan industri diatur dalam pasal 3 undang-undang no. 5 tahun 1984. Pasal tersebut berisi mengenai tujuan dari industri yaitu sebanyak 8 buah tujuan. Tujuan-tujuan tersebut antara lain:
a) Meningkatkan kemakmuran rakyat.
b) Meningkatkan pertumbuhan ekonomi sehingga adanya keseimbangan dalam masyarakat yakni dalam hal ekonomi.
c) Menciptakan kemampuan dan penguasaan terhadap teknologi yang tepat guna, dengan cara meningkatkan pertumbuhan ekonomi.
d) Peran aktif tehadap pembangunan industri juga semakin meningkat, karena meningkatnya kemampuan dari lapisan masyarakat.
e) Memperluas lapangan kerja, dengan semakin meningkatnya pembangunan industri.
f) Meningkatkan penerimaan devisa, karena meningkatnya lapangan kerja dengan adanya pembangunan industri.
g) Sebagai penunjang pembangunan daerah, karena adanya pembangunan dan pengembangan industri.
h) Diharapkan stabilitas nasional akan terwujud dengan semakin meningkatnya pembanguan daerah pada setiap provinsi.
 
     Dalam pasal 4 uu. No.5 tahun1984 mengatur mengenai masalah cabang industri. Dimana berkaitan dengan pasal 33 UUD 1945 bahwa setiap cabang indusrti dikuasai oleh Negara. Penguasaan Negara ini dimaksudkan agar tidak ada monopoli namun digunakakan sebagai kemantapan stabilitas nasional. Kemudian dalam pasalm 5 uu. No.5 tahun 1984 mengatur mengenai bidang usaha dan jenis indutri, dimana pemerintah mengelompokan industri dalam tiga jenisi ndustri yakni :
a) industri kecil termasuk didalamnya keterampilan tradisional dan pengerajin yang
     menghasilkan benda seni.
b)  selain industri kecil pemerintah juga menetapkan industri khusus untuk penanaman modal.
c)  Sedangkan untuk pengaturan, pembinaan dan pengembangan industri diatur dalam pasal 7
     uu no.5 tahun 1984.
 
 
Ada beberapa manfaat yang dapat diperoleh dari hukum  industri, yaitu:
a)   Hukum sebagai sarana pembangunan di bidang industri yang prespektif dengan ilmu-ilmu   
     yang lain.
b)  Hukum industri dalam sistem kawasan berdasarkan hukum tata ruang.
c)  Hukum industri dalam sistem perizinan yang bersifat lintas lembaga dan yurispundensi
     hukum industri dalam perspektif global dan local.
d)  Hukum alih teknologi, desain produksi dan hukum konstruksi serta standarisasi.
e)  Masalah tanggung jawab dalam sistem hukum industri. 
 
SUMBER:

Ngerandom ke Bandung

     hai… hai… kali ini saya mau menceritakan sedikit kegiatan ngerandom saya ke Bandung sendirian.Sebenernya sih saya juga gak tau mau ngapain ke sana,tapi kaki sama hati ngajakin kesana terus jadi saya ikutin aja deh kemauan mereka.Dan itu pertama kalinya saya ngerasain naik bus ke luar kota dan sendirian..kebetulanhari itu lagi pengen aja naik bus dan jalan-jalan sendirian,karena norak dan ya baru pertama kali juga ke terminal saya sampai hampir salah naik bus -_-.

     Setelah beberapa lama nyari bus tujuan ke Bandung akhirnya ketemu juga,langsung aja saya naik.Selama 2 jam perjalanan saya cuma diam aja sambil ngeliatin supir dan kernetnya ngobrol…seru banget kayaknya tapi saya gak ngerti apa yang sedang mereka bicarakan karena menggunakan bahasa sunda *anak kepo.Yap setelah 2 jam perjalanan yang dihabiskan dengan bengong akhirnya sampailah di terminal leuwi panjang.Kemudian saya bingung….mau kemana ya hmmm dan saya gak tau harus naik angkot yang mana lagi,akhirnya saya putuskan untuk ke daerah ciumbuleuit.

    Lalu saya bingung,ke daerah sana itu naik angkot yang mana.Akhirnya saya nanya nanya sama orang yang ada di situ tapi kebanyakan dari mereka gak tau,aneh ya masa daerahnya sendiri gak tau hehehe.Saya jalan aja sampai agak sedikit keluar terminal lalu naik angkot arah ke dago gitu,sempat terbersit di fikiran saya mau mampir sebentar ke hutan juanda tapi ya gak tau harus naik angkot yang mana dan akhirnya gak jadi.
Sambil menikmati pemandangan selama perjalanan ternyata saya melewati beberapa tempat yang cukup menarik perhatian dan akhirnya saya mampir sebentar ke taman lalu lintas,mau ngapain?ya cuma numpang duduk dan beli minuman sambil ngeliatin anak anak beserta keluarganya sedang bermain.Cuma satu jam saya disana lalu saya lanjut lagi ke tujuan saya ke ciumbuleuit.

    Singkat cerita akhirnya sampai lah saya di jalan ciumbuleuit,saya kesana mau ke toko omuniuum tapi karena gak tau letak omuniuum itu dimana akhirnya saya ikut angkot sampai tujuan akhir kemudian balik lagi ke bawah,ternyata abang angkotnya gak tau juga toko itu di sebelah mana…oh iya saya ingat tokonya berada persis di depan Universitas Parahyangan Bandung.Tapi saya keburu turun di salah satu pertokoan gitu dan ternyata jarak dari sana ke omuniuum itu lumayan jauh,jadi aja saya jalan kaki…ya gak apa apa lah hitung hitung olahraga.Diperjalan tiba tiba saya lihat seorang bapak bapak yang saya taksir umurnya sekitar 58-60an gitu sedang keberatan mendorong motornya yang ternyata ban nya gembes,sungguh gak tega sekali saya melihatnya akhirnya saya bantu dorong sekalian nanya UNPAR itu dimana hehe kan saya gak tau letaknya.Dan ternyata masih jauh dari tempat saya berada saat itu,dan juga belum terlihat tanda tanda tukang tambal ban  sekitar kutang lebih 1 atau 2 kilometer berjalan fyuuh~.

    Akhirnya sampai juga di omuniuum,langsung aja saya beli sepaket sepatu futsal sekalian mumpung lagi disana,saya kira saya bisa bertemu teman-teman saya dulu tapi rupanya mereka sedang tidak berada disana waktu itu karena itu hari minggu.Agak kecewa sih ya tapi gak apa apa lah yang penting udah dapet yang saya pengenin hehe.Lalu kemudian saya bingung mau nginep dimana karena udah mulai sore dan aha keinget seorang teman yang kuliah di UNPAD numpang nginep aja lah ya lumayan ngirit uang haha,langsung aja saya hubungin dia dan ternyata dia ada di kosan nya lalu saya ceritakan bahwa saya sedang ada di bandung dan mau numpang nginep hehe oke kata nya dijemputlah saya di UNPAD.

    Dua hari saya berada di jatinangor dan gak tau ngapain,karena disana cuma makan dan ngebantuin kerjaannya si teman saya,makanan disana harganya murah murah banget bikin khilaf lah.Hari berikutnya saya di ajak jogging ngelilingin UNPAD,ternyata luas banget ya baru pertama kali saya main kesana.Sore nya teman saya ngajakin nonton karena letak kosnya yang gak jauh dari Jatos akhirnya kami nonton disana,dan tau apa?htm nya cuma 20rb jadi aja nonton 2 film sekaligus,sekalian ngelepas penat.Keesokan harinya saya pulang bersama teman saya yang ternyata pengen balik ke Jakarta juga karena sedang libur natal kebetulan.

    Yaaaaaaa begitulah ke randoman saya hari itu,dan pikiran saya sedang merencanakan ngerandom part 2 tapi mau ke Jogja sepertinya seru kesana….semoga saja bisa terealisasikan oleh diri saya sendiri.Sekian dan terima kasih.

 

 

MAKANAN INDONESIA YANG BISA GO INTERNASIONAL

Sebagai negara kepulauan serta memiliki ragam suku, tidak dipungkiri Indonesia memiliki keunikan-keunikan tersendiri disetiap pulaunya. Mulai dari bahasa, pakaian adat, kebiasaan, budaya dan tentu saja kuliner. Keunikan ini tidak hanya diketahui oleh orang indonesia saja, keunikan dari budaya Indonesia pun sudah terdengar di Negara lain. Salah satu yang paling mereka ketahui tentang Indonesia adalah kuliner. Tahukah anda ternyata ada banyak makanan Indonesia yang dikenal oleh para pelancong atau wisatawan asing yang pernah berkunjung dan menyantap kuliner Indonesia. Bahkan sampai-sampai mereka rela untuk balik ke Indonesia untuk sekedar makan-makanan yang tentunya hanya ada di Indonesia.

Berikut  7 makanan Indonesia yang tersohor di Luar Negeri serta asal usulnya.

1.Sate

 

Siapa yang tidak menyukai makanan yang satu ini. Sate adalah sebuah makanan yang berupa daging baik itu daging ayam ataupun kambing yang dipotong kecil lalu ditusukkan ke sebuah tusuk sate yang biasanya dibuat dari sebuah lidi tulang daun kelapa atau bambu. Yang kemudian dimasak dengan cara dibakar disebuah arang. Daging yang biasa dipakai untuk dijadikan sate pun beragam. Selain menggunakan daging ayam dan kambing, daging yang digunakan juga bisa berupa dagi domba, ikan, sapi dan lain-lain. Sebagai pelengkap, sate ini diberikan sebuah ketupat ataupun lontong serta taburan saus yang dimana saus sate ini pun juga beragam. Jika anda membeli sate di Padang, tentu anda tidak akan menemukan sate yang diberi bumbu kacang seperti di Madura.

Dikutip dari Wikipedia, Kata “sate” atau “satai” diduga berasal dari bahasa Tamil. Diduga sate diciptakan oleh pedagang makanan jalanan di Jawa sekitar awal abad ke-19, berdasarkan fakta bahwa sate mulai populer sekitar awal abad ke-19 bersamaan dengan semakin banyaknya pendatang dari Arab dan pendatang Muslim Tamil dan Gujarat dari India ke Indonesia. Hal ini pula yang menjadi alasan populernya penggunaan daging kambing dan domba sebagai bahan sate yang disukai oleh warga keturunan Arab.

Sate ini kemudian populer ke negara Asia Tenggara lainnya seperti Malaysia, Singapura, Filipina, dan Thailand. Sate juga populer di Belanda yang dipengaruhi masakan Indonesia yang dulu merupakan koloninya.

2. Rendang

 

Tidak kalah dengan Sate, Rendang juga merupakan sebuah makanan Indonesia yang tersohor di Luar Negeri. Makanan ini merupakan makanan yang berasal dari Padang. Menjamurnya rumah makan padang sekarang ini dengan menghidangkan menu utama Rendang membuat berita luar negri menyampaikan bahwa masakan padang adalah salah satu masakan paling enak di dunia.

Catatan mengenai rendang sebagai kuliner tradisional Minang mulai ditulis secara massif pada awal abad ke-19. Namun, menurut sejarawan dari Universitas Andalas, Padang, Gusti Asnan, rendang patut diduga telah ada sejak abad ke-16.

Ia menjelaskan beberapa literatur yang tertulis di abad ke-19 menyatakan, masyarakat Minang di wilayah darek (darat) biasa melakukan perjalanan menuju Selat Malaka hingga ke Singapura yang makan waktu sekitar satu bulan melewati sungai. Karena sepanjang perjalanan tidak ada perkampungan, para perantau menyiapkan bekal makanan yang tahan lama, yaitu rendang.

Rendang ini adalah makanan berupa masakan daging bercita rasa pedas yang menggunakan campuran dari berbagai bumbu dan rempah-rempah. Masakan ini dihasilkan dari proses memasak yang dipanaskan berulang-ulang dengan santan kelapa. Proses memasaknya memakan waktu berjam-jam (biasanya sekitar empat jam) hingga kering dan berwarna hitam pekat.

3. Nasi Goreng

 

Kuliner satu ini juga bisa dibilang adalah makanan merakyat. Anda bisa menemukan makanan ini di pinggir jalan. Untuk mendapatkan inipun tidak perlu mengeluarkan kocek yang dalam. kecuali jika anda memesan makanan ini si sebuah resto ataupun hotel.

Dikutip dari Wikipedia, pada tahun 2011 sebuah polling Internet yang diadakan oleh CNN International dan diikuti oleh 35.000 orang menempatkan Nasi Goreng pada peringkat dua dalam daftar ’50 Makanan Terlezat di Dunia’ setelah rendang.

Nasi goreng adalah sebuah makanan berupa nasi yang digoreng dan diaduk dalam minyak goreng atau margarin,untuk menciptakan sebuah rasa yang mantap dilidah. Nasi goreng ini lalu diberi bumbu seperti kecap manis, bawang mewah, bawang putih dan lain-lainnya. Tidak ketinggalan, pelengkapnya adalah sebuah suiran ayam atau potongan daging lainnya.

Nasi goreng  adalah sebuah komponen penting dari masakan tradisional Tionghoa, menurut catatan sejarah sudah mulai ada sejak 4000 SM. Nasi Goreng sebenarnya muncul dari beberapa sifat dalam kebudayaan Tionghoa, yang tidak suka mencicipi makanan dingin dan juga membuang sisa makanan beberapa hari sebelumnya. Makanya, nasi yang dingin itu kemudian digoreng untuk dihidangkan kembali di meja makan.

Nasi goreng kemudian tersebar ke Asia Tenggara dibawa oleh perantau-perantau Tionghoa yang menetap di sana dan menciptakan nasi goreng khas lokal yang didasarkan atas perbedaan bumbu-bumbu dan cara menggoreng.

 

5. Gado-gado

Salah satu makanan khas Indonesia yang sudah mendunia adalah gado-gado atau dalam bahasa Inggrisnya, Indonesian Salad. Gado-gado adalah makanan yang berupa sayur-sayuran yang direbus dan dicampur jadi satu, dengan bumbu atau saus dari kacang tanah yang dihaluskan disertai irisan telur dan di atasnya ditaburkan bawang goreng, disertai kerupuk sebagai pelengkap. Gado-gado dapat dimakan begitu saja dengan bumbu/saus kacang, tapi juga dapat dimakan beserta nasi putih atau kadang-kadang juga disajikan dengan lontong. Bahkan gado-gado pernah menjadi juara saat festival makanan internasional.

6.Tempe
Tempe adalah makanan yang berasal dari kacang kedelai, melalui proses fermentasi. Melalui berbagai penelitian ilmiah, telah terbukti bahwa tempe adalah makanan yang sangat layak dikonsumsi karena bernilai gizi tinggi dan sangat baik bagi kesehatan. Sebagai makanan yang berasal dari Indonesia, tempe kini telah dikenal di berbagai negara seperti di Jepang, Eropa dan Amerika. Bahkan tempa sekarang ada yang di olah menjadi steak.

 

http://www.yukpegi.com/wisata/5-makanan-khas-indonesia-yang-terkenal-sampai-ke-mancanegara/

http://www.begituunik.com/7-kuliner-indonesia-yang-tersohor-di-luar-negeri-serta-asal-usulnya-part-1/

http://rayantipertiwi.blogspot.com/2012/10/makanan-indonesia-go-internasional_27.html

 

 

PENYADAPAN DALAM SUATU NEGARA

Beberpa orang merasa heran dengan adanya pernyataan yang menyatakan bahwa penyadapan oleh negara lain adalah hal biasa. Tanpa mengurangi rasa hormat kepada beberapa yang mengutarakan, diskusi yang berkembang di media menunjukkan bahwa beberapa dari orang Indonesia tidak khawatir Indonesia di sadap. Atau mungkin kekurang tahuan mereka? Entahlah. Dalam posisi  pernah melaksanakan tugas di Kedutaan Besar RI, di kantor Athan, Beberpa orang faham sekali apa yang harus dilakukan dan apa yang tidak. Pada saat mengikuti pendidikan untuk persiapan penugasan di kantor Athan, beberapa guru yang mengajar di sekolah Intelstrat menekankan selalu menjaga kewaspadaan, dan betapa berbahayanya ulah spionase dari negara asing, baik dari sisi pembinaan agen pembelot ataupun spionase teknologi.

Kini kita lihat adanya statement baik pejabat maupun mantan pejabat di media, ada yang mengatakan penyadapan hal biasa. Menganggap hal tersebut tidak membahayakan negara karena menurutnya negara tidak memiliki rahasia yang disembunyikan. Yang bersangkutan mengatakan  bukan cuma Indonesia yang disadap. Mereka menyadap ke negara-negara yang ada kepentingan dengan mereka. Dikatakan hal yang wajar. Apabila dikaitkan dengan nasib kedaulatan Republik Indonesia jika negara lain dapat seenaknya melakukan penyadapan, katanya hal yang biasa saja. Nampaknya ucapannya untuk menunjukkan bahwa lembaga kita tidak lemah, jadi penyadapan biasa-biasa saja. Pendapat ini jelas memprihatinkan. Beberpa orang setuju dengan pendapat mantan Panglima TNI  Jenderal TNI (Pur) Endriartono Sutarto.  dikatakannya, ”Etika diplomasi internasional tidak membolehkan suatu negara melakukan penyadapan terhadap negara yang lain. Apalagi itu dilakukan oleh kalangan diplomatik,” kata Endriartono di Wisma Kodel, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Rabu (6/11/2013). Menurut Endriartono, merupakan hal yang wajar jika suatu negara berkeinginan untuk mendapat informasi dari negara lain. Namun jika pengambilan data atau informasi itu melalui penyadapan, itu yang tidak diperbolehkan. “Seorang atase pertahanan punya tugas untuk collecting datadi negara, tapi harus dilakukan terbuka. Artinya dia mendapatkan informasi dari pemberitaan koran, pembicaraan. Tapi tidak boleh lakukan penyadapan, misalnya telepon orang dari pejabat itu,” kata mantan Panglima TNI yang mengikuti konvensi Partai Demokrat itu.  Terkait dengan berita penyadapan, yang paling tersentuh kredibilitasnya adalah tiga lembaga yaitu Kementerian Luar Negeri, BIN dan Lembaca Sandi Negara. Ketiga lembaga tersebut juga tidak secara pasti menyatakan kita di sadap. Penyadap jelas menggunakan teknologi terapan yang sangat maju. Dengan black budget sekitar 52,8 milyar dollar pada tahun fiskal 2013, jelas NSA mampu mewujudkan pulbaket secara klandestin bersama Australia dari stasiun pengintainya di Jakarta. Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa menyebut tingkat kepercayaan Indonesia kepada Amerika Serikat dan Australia pasca diberitakan dugaan penyadapan mulai terganggu. Marty mengatakan agar  Indonesia waspada dan tetap hati-hati. “Masalahnya ini adalah tingkat kepercayaan kita terhadap dua negara tadi sangat terganggu,” ujar Menlu Marty di Kementerian Luar Negeri, Jl Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Senin (4/11/2013). Menlu menyerahkan kepada BIN tentang kebenaran penyadapan itu.

Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) telah memanggil intelijen AS di Indonesia sebagai counterpart, terkait isu penyadapan pejabat. Dikatakannya, ”Mereka sedang konsultasi dengan pimpinan,” kata Kepala BIN Marciano Norman yang ikut rombongan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam Bali Democracy Forum VI di Bali Nusa Dua Convention Center, Kamis (7/11/2013). BIN masih menunggu konfirmasi dari pihak AS. Langkah lain, ia berkomunikasi langsung dengan pimpinan intelijen. Dalam waktu dekat diharapkan akan ada kejelasan. Kata Marciano, ”Pesan sudah kita kirimkan. Bahwa penyadapan bisa menganggu hubungan. Kita masih menunggu klarifikasi,” katanya kepada media. Kepala Lembaga Sandi Negara (Lemsaneg), Mayjen TNI Djoko Setiadi mengatakan, kita mempunyai persandian untuk menjaga dan mengamankan semua data informasi rahasia negara. Namun saat ini, baru 60 persen instansi pemerintah Indonesia yang tercover jaringan sandi. Sebagian besar masih berada di pulau Jawa. ”Kalau masalah disadap, pada masa sekarang ini, tidak ada satupun alat yang tidak bisa disadap. Seluruh peralatan yang menggunakan gelombang elektromagnetik pasti bisa disadap. Di sinilah fungsi adanya sandi kita enkripsi. Silakan disadap, tapi mereka tidak bisa membacanya,” kata Djoko Setiadi pada Raker Persandian Nasional di Hotel Inna Garuda, Yogyakarta, Rabu (30/10/2013). Enkripsi merupakan proses mengamankan suatu informasi dengan membuat informasi tersebut tidak dapat dibaca tanpa bantuan pengetahuan khusus. Data yang di-enkripsi kemudian diproses lagi agar lebih aman, sehingga terdapat pengamanan ganda. Dengan cara itu, Lemsaneg memastikan tidak ada kebocoran sandi negara sampai detik ini.

Demikian perkembangan terkait dengan informasi penyadapan yang dilansir Sydney Morning Herald yang bersumber dari Edward Snowden yang kini bermukim di Rusia. Memang hingga kini belum ada yang mampu membuktikan negara, pejabat dan bangsa Indonesia disadap. Sulit membuktikan secara material dan faktual terjadinya penyadapan. Beberapa yang menyatakan penyadapan hal biasa semestinya tidak usah berbicara, mengecilkan arti penyadapan bukanlah langkah cerdas di era demokrasi, semua kini sangat transparan. Tidak perlu membela diri secara berlebihan, toh Amerika Serikat sudah mampu terbang sampai di bulan, sedang kita baru pada tingkat membeli alutsista dari mereka, mobil murahpun yang membuat bukan asli kita. Yang penting kini, waspada, hati-hati, kebocoran jelas sudah terjadi. Beberpa orang meyakini semua isi perut komunikasi mulai dari kepala negara serta pejabat negara dan tokoh penting lainnya sudah ditangan mereka. Kalau mereka  membocorkan rahasia pejabat kita bagaimana? Ini yang perlu dipikirkan. Tidak terbayangkan kisruhnya kita menjelang pemilu 2014.

Jadi kesimpulannya, penyadapan bukan hal yang biasa-biasa saja, sangat luar biasa dan sangat berbahaya. Banyak pejabat yang tidak faham dengan pengamanan HP dan internetnya misalnya. Kini, dibutuhkan peningkatan kesadaran sekuriti meluas dalam waktu cepat, mungkin sementara  ini solusinya.

Sumber : Prayitno Ramelan, www.ramalanintelijen.net